Macem2

Macem2

Senin, 21 Mei 2012

Pendakian Gabungan Ivpala dan Napak Rimba

Berdoa sebelum Berangkat
  Tanggal 14 Mai 2012, Perjalanan kami dimulai pada jam 20.11, dengan dimulai dengan membaca doa dan sedikit pembicaraan agar semuanya sesuai dengan rencana. Perjalanan kami dari Tangerang (kampus Isvil) mengendarai sepeda motor, belum juga perjalanan dimulai tapi ada aja sesuatu, blm ada helem lah, ya sudah sebelum jalan ngari2 helem dulu deh.... heee... kami berangkat menggunakan 7 sepeda motor, yang pasti yang bawa laki2 semua nihh awalnya, yg dibonceng cewek2nya, tapi ada yg laki2 22nya... heee karena ceweknya cuma 6 dan cowoknya ada 8.
   Perjalanan pun dimulai pada jam 22.23 WIB dengan mengendarai motor, Bismilah, semoga semuanya lancar dan terkendali....
Bersiap Berangkat

    Perjalanan sesuai dengan rencana, kami hanya menggunakan kecepatan dibawah 60 km/jam, biar pelan asalkan selamat sampai tujuan. Tapi baru juga sampe Kab.Bogor, pada jam 22.09 udah ada sebagian dari kami yang merasa cape dan letih, dan akhirnya kami berhenti di suatu tempat untuk sebentar beristirahat, dan makan malam bagi teman-teman yang belum makan.
Istirahat
      Perjalanan di mulai kembali, dan akhirnya aku berganti pasangan oleh Linda, aku yang membawa motor, abisnyaaaa di boncengin Rendy gk bisa diem, bikin orang skor jantung aja... Perjalanan sangat menegangkan, karena aku baru kali ini mengendarai motor pada jam malam dan jauh pula, tapi ya berdoa aja agar selamet, pas di puncak, huhhh ada ajaaa,,, ada batu mau aku tabrak, dah gitu lubang juga aku hajar aja,,, heeee maklumlah matanya agak rabun kalo malem2, mana yg depan main dulu2an ,,, ya wes, aku ketinggalan, untungnya di belakang masih ada orang, kalo gk, aku kan gk tau jalan. di perjalanan sangat amat dingin, aku gk pake sarung tangan dan cuma pake 1 jaket, huuuufff pas dah sampe puncak ke atas,,, makin dingin, tapi yaaahh,,, di tahan ajaaaa,,, demi perjalanan.
Menghangatkan diri
    Kira-kira jam 00.30 an kami semua sampai di Cibodas, horeeeeee,,,, sampe juga ... tapi blm boleh mendaki, ya sudah akhirnya kita beristirahat dulu di warung, sambil melepas lelah selama perjalanan dari Tangerang ke Cibodas, sambil bikin api kecil untuk menghangatkan diri yang kedinginan bersama yg lainnya. yang lain enak-enak tiduuurrr, aku, Linda, Jun, K'Putra, K'wahiid, K'rahma, and opah gk bisa tidur di lura, ya sudah kita asik main tebak2an dan menikmati api unggun kecil, sembari menunggu waktu pagi yang tak kunjung tiba. Akhirnya kira-kiran jam 3 an k'Rahma dan K'Putra melihat situasi untuk pendakian, dan akhirnya diputuskan kami mendaki malam itu juga. Dan semua teman2 dibangnkan untuk segera bersiap2 untuk mandaki, sebagian berganti baju dan bersiap mempersiapkan kembali perlengkapan yang sudah dibawa.
Mulai Perjalanan
   Jam 03.57 pendakian dimulai, dengan berdoa sejenak agas semuanya baik-baik saja. perjalanan pun dimulai dengan ditemani bulan dan bintang yang menyinari kami, dan senter yang kami bawa. perjananan baru dimulai tapi rasa lelah sudah melanda kami, karena trek yang kami lewati lumayan membuat lelah, karena tangga2nya banyak dan yaaa begitulah,,, lelah pun melanda, tak dipungkiri, belum apa2 kami sudah banyak menghabiskan waktu untuk beristirahat sejenak, dengan semangat yang berkobar dalam dada, perjalanan terus dilanjutkan. hari pun sudah mulai terang, waktu subuh telah tiba, tapi kami belum sampai ke tempat yang baik untuk kami solat dan belum menemukan sumber air untuk kami berwudhu, dan akhirnya kami memutuskan untuk berhenti sejenak di air terjun Ciberem untuk melaksanakan solat subuh dan membuat sarapan.
Sehabis Solat Subuh

    Di Ciberem, kami bergegas solat subu, subhanallah... indahnya air terjun,,, sungguh indah kekuasaan Allah... tak ada yg menandingi ciptaan-Nya. kami whudhu dan minum air dari air terjun ini, sungguh nikmatnya... rasa lelah yg kami lewati sejenak terlupakan akan keindahan ciptaan Allah ini. setelah solat subuh, kami membuat sarapan,,,, tapi ternyata... k'Putra lupa bawa sambungan kompor ke gas, akhirnya bingung pun melanda kami semua, tapi k'Putra memutuskan untuk turun ke bawah untuk menyewa alat dan membeli lagi sedikit bahan makanan untuk kami nanti diatas, alhamdulillahnya ini ketauan masih dibawah, coba di atas, aku tak bisa membayangkannya. sambil menunggu k'Putra, mani masak dengan parafin, masak seadanya, yang penting perut ke isi, dan menambah tenaga. lama gk dateng-dateng k'Putra, kami pun bermain2 di air terjun, ada yg foto2, ada yg curhat, ada yang serius menikmati indahnya air terjun yang ada dan ada pula yg tidur.
      Risty menerima sms dari k'Putra agar kami semua melanjutkan perjanan duluan, nanti dia menyusul karena masih harus mengurusi simaksi, ya sudah kami yg tadinya masih bermain2 di air terjun saat itu juga bersiap2 untuk melanjutkan pendakian dengan petunjuk arah k'Wahiid. tapi belum juga naik kami sudah bertemu k'Putra di ber3an jalan, kami pun melanjutkan perjalanan bersama kembali. di tengah perjalanan k'Rahma perutnya sakit. aku, opah berada di belakang dekat k'Rahma, dan sebagian anak cowok. Jun, k'Putra, Aby, Dullah dan yang lainnya memutuskan untuk membuat tandu untuk menggotong k'Rahma, karena tidak mungkin kalo kami kembali ke bawah atau meninggalkan k'Rahma ditengah jalan seperti ini, kebersamaan dan rasa empaty anak-anak yang lain pun mulai terlihat, siapa yang benar2 peduli dengan keadaan orang lain. sebagian yang lain berada lumayan jauh di depan dan beristirahat sambil menunggu tandu jadi. aku dan Linda menenangkan k'Rahma, agar dia merasa sedikit tenang dan memberi obat, agar perutnya tidak begitu sakit.
K'Rahma di Tandu
   Dengan susah payah yang penuh kesabaran dan kekuatan yang lain, k'Rahma digotong menggunakan tandu, secara bergantian teman-teman laki2 menggotong kakak ku tercinta ini, walau perjalanan tersendat-sendat tapi kami tetap menikmati perjalanan ini dengan keakraban dan kebersamaan yang sebelumnya tak pernah ada diantara kami semua.
dan akhirnya k'Rahma memutuskan untuk berjalan, tak lagi digotong, karena katanya gk tega dengan semuanya, ia merasa sangat tidak enak kepada yg lain karena sudah susah payah mengotong dia, dan membawa barang2 yg lai. perjalanan kami lanjutkan kembali, sedikit demi dedikit, perjalanan dilewati oleh banyak rintangan yg membuat lelah.
Tiba di Air Pasaaannnnssss

Melewati air panas hanya dengan seuntai tambang
    Setelah lama kami berjalan tak terasa jam 12.00 sampai di air panas, perjalanan yang sangat mengerikan karena hanya dibantu oleh seuntai tambang, dan dibawah jurang, waw, mengerikan, perjalanan ini benar2 harus hati2 karena takut terjatuh atau terkena air panas. Aliran air terjun air panas ini sangat deras, sedikit takut sih karena kacamata ku tak bisa dipakai, aku berjalan melewati air panas tanpa menggun akan kacamata, aku melangkah agak tersendat-sendat, karena harus benar2 hati2 sekali menginjakan kakiku ke batu untuk melangkah ke batu selanjutnya, kalau tidak aku bisa terjatuh atau terpeleset, alhamdulillah aku bisa melewatinya dengan selamat. sehabis melewati air panas ternyata ada air hangat, dan teman2 sudah menunggu disana untuk sejenak beristirahat dan solat zuhur, waktunya solat, dan whudu di air hangat. sehabis solat duduk dan beristirahat sejenak sambil menunggu teman2 cowok di belakang yang masih menikmati air panas, sampai2 ada yang tidur disana...
  Perjalanan dilanjutkan, ternyata medan yang kami harus kami lewati sangat terjal, menanjak dan penuh kekuatan ekstra hati2, kami berjalan begitu lama, sambil menunggu yang dibelakang, dari yg dilihat di petunjuk arah masih 2,3 km lagi,,, huhhhffff cape, lelah letih sudah membayang-bayangi otak ku, dan sampai siduatu tempat sambil menunggu teman2 yang masih di belakang aku pun tertidur sejenak. perjalanan di lanjutkan kembali, Risty dan k'Putra duluan ke kandang badak, tapi kami menunggu teman2 yang lain sampai kumpul semua dan kami baru memutuskan melanjutkan perjalanan bersama, ternyata tak jauh dari tempat kami beristirahat sudah sampai kandang badak, rasanya huuuhhh tak terkira.
Hriri, K'Putra dan Jun

Masak makan siang ke sorean
   Jam 16.20 an kami sampai di kandang Badak dan sebagian teman2 membangun tenda, yang cewek2 memasak untuk makan siang yang sudah ke sorean sebenarnya.... keseruan pun semakin menjadi,,, serunya memasak bareng, sambil mendengarkan kekonyolan Jun, Hariri, Eka, dan kawan2 lain... membuat semuanya tertawa.

Makan Sore



Pada kelaperan.. sampe gk ada sisa eyyy








Kenikmatan yang kami lewati, sungguh tak terhingga, rasa lapar yang melanda sekejap hilang dengan makanan yang telah dibuat oleh teman-teman dengan penuh rasa cinta dan kasih sayang terhadap kami semua, dan kami semuanya pun makan dengan lahap menikmati sedikit demi sedikit makanan, dengan canda tawa yang tak pernah lepas dari mulut2 mereka. canta tawa yang tak pernah terbayangkan sebelumnya sambil menikmati hidangan yang seadanya. Sehabis makan, dilanjutkan dengan berbagi cerita maupun keluh kesah selama perjalanan dari bawah ke Kandang Badak ini. banyak suka dan kritik yang dilontarkan, tapi walau begitu ini semua demi persaudaraan kami agar tetap terjaga ataupun lebih baik lagi. tak terasa waktu mulai sore, dan hujan pun turun membasahi tenda kami, kami yang sedang asik berbincang-bincang akhirnya tidak bisa keluar dari tenda karena hujan. dan kami memutuskan untuk tetap di dalam tenda. sambil bermain tebak-tebakan, cerita bersama, mebuat tawa yang tak bisa berhenti,,, kebersamaan ini benar2 belum pernah ku alami, tinggal di 1 tenda bersama, tenda yang seharusnya diisi oleh 6 orang, kini terpaksa dimuat untuk 14 orang, sumpek padet memang, tapi yaaahhh kami menikmati itu semua.
    Malam mulai menemani kami, sebagian teman-teman sudah ada yang tertidur karena lelah, tapi baru jam 8 malem gituh, aku juga belom solat magrib dan isa, mana bisa tidur, banyak posisi yang sudah dicoba, tapi tetep aja gk bisa tidur, melihat yang lain jadi ingin tersenyum dan tertawa, karena kami sudah tidak beraturan tidurnya, ada yg miring, ada yg duduk ada yang tengkurep, uuuh udah macem-macem gaya deh semuanya, tapi aku, jun, opah, k'Putra masih mengobrol dan tak bisa tidur. Hariri dan Jun membuat api unggu ke luar, aku dan opah mencoba untuk tidur, tapi setelah mau terlelap, dibangunin oleh Jun, huuuhh kesel tapi yaaah mau bilang apa, akhirnya becanda2 lagi, trus kayaknya pada laper deh,Jun, Opah dan aku memberanikan diri untuk mengambil air dan wudhu untuk solat magrib di jamak solat isa. walau sebenernya agak takut, tapi diberanikan lah, mana udaranya amat sangat dingin sampai menusuk tulang. abis solat kita masak mie dan air jahe, eh k'Rahma dan K'Wahiid banun, dasar, kalo nyium makanan aja bangun. bis makan Jun tidur, langsung ngorok lagi tuh orang,,, k'Wahiid ma Opah mencoba membuat api unggun, tapi cuma sebentar api menyala tetep aja mati lagi. aku, Opah, K'rahma, K'Putra dan K'wahiid berbagi tempat untuk tidur, karena sudah tak sabar k'Rahma minta pindah ke tenda sebelah, akhirnya k'Rahma, opah, Linda, K'Putra pindah, aaahhh ada lahan untuk tidur akhirnya, baru sebentar tidur udah dibangunin sama lita, karena dia kebelet mau puupp, ya sudah padahal males bgt sih dingin bgt di luar, tapi gk tega ngeliat anak yg satu itu, aku temenin deh, bis itu dilanjutin lagi tidurnya, tapi bukannya nambah lega, kenapa malah gw makin gk dapet lahan buat didur ya...??? yag di tidur2in aja lah kasian nih mata dan badan belom istirahat dri kemaren, tapi ya tidur2, gk2 deh, mana dinginnya minta ampun, akhirnya aku putusin untuk tidur sambil duduk. baru mau tidur lagi kebangun ma risty katanya ada yg goyang2in tenda, dia takut akhirnya aku bangun tuk liat, tapi gk ada apa2, di luar tenda sana ternyata banyak orang, mungkin pendaki yg istirahat, aku mau lanjutin tidur tapi kali ini bener2 gk dapet lahan, duduk lah aku tidurnya.
tidurnya umpel-umpelan
   Waktu masih tengah malam, melihat keadaan di luar dengan mengintip di jendela tenda, melihat situasi teman2 yang sudah tertidur pulas, dan sedang konser ngorok, berisik bgt pada... hahahaaaa,,, aku duduk dan termenung, akhirnya k'Wahiid menemani ku berbincang2, saking aku gk bisa tidurnya, kami ngobrol untuk menghilangkan rasa dingin, ingin rasanya cepat2 pagi, karena situasi tenda sudah tidak layak heee,,, saking banyaknya muatan kali ya, sampe k'Wahid bilang tenda cembung, sepanjang malam tertawa.
   Subuh pun tiba, tapi belum juga pada bangun dan kami pun kesiangan untuk solat subuh, bergegas solat subuh walau air terasa dingin seperti es batu... badan rasanya mengigil, bis solat subuh siap2 untuk membuat sarapan, bagi2 tugas, ada yg membuat nasi, dan lauk pauk, dan ada yg mencoba bikin api lagi untuk menghangatkan diri. kami semua memutuskan untuk langsung turun setelah makan pagi, karena logistik sudah tidak memungkinkan juka kami harus naik ke puncak, dan fisiknya pun takut tak sanggup. akhirnya setelah sarapan kira2 jam 09.50 kami bergegas untuk turun ke bawah.
tak terasa perjanalan turun dari kandang badak begitu cepat, tapi kami hanya mempunyai cadangan air hanya 2 botol, itu yang sangat membuat kami lelah karena dipertengahan jalan air kami sudah habis, sampai di daerah Ciberem kira2 jam 12.30, kami bergegas untuk cepat2 sampai di warung peristirahatan. benar2 habis tenaga, gk punya air sedikitpun, dan waktu solat zuhur pun sudah tiba. aku berjalan bersama dengan k'Wahid, benar2 kocak ternyata nih orang, yg tadinya ku kira dingin bgt, sepanjang jalan ngobrol dan sedikit tertawa,,, melihatnya lelah butuh air, ternyata aku punya minuman yang ku minum bersama k'wahid dan k'rahma, sedikit membantu mengumpulkan energi.
Ivpala dan Napak Rimba

Ivpala

Napak Rimba

Jembatan
     Sampai di warung kira2 jam 13.44, menunggu teman2 yang lain satu persatu mandi dan solat zuhur, ada yg makan, beli oleh2, tidur, dll. Malamnya sehabis isa kami melanjutkan perjalanan pulang ke Tangerang, dan memutuskan untuk Isa di Masjid At Ta'aun, hujan mengguyur kami, udara ngat dingin, mengigil. sehabis solat kami sedikit berbincang2 dan aga sedikit ketegangan, dan akhirnya melanjutkan perjalanan ke Tangerang, jalan yg licin dan tubuh yang letih membuat kami mengendarai motor dengan hati2 dan pelan. sampai di tangerang kira2 jam 1 malan, k'Rahma dan hariri membeli makanan untuk kami makan, hampir semuanya beristirahat sejenak di BEM hingga pagi hari.
Perjalanan ini sangat menyenangkan dan tak akan terlupakan, begiru indah, penuh dengan canda tawa, tak merada ada beben yang kami pikul, walau bawaan kami sangat berat, melupakan beban pikiran, penat dalam hati, cape badan semua terbayar sudah dengan keakraban ini. semoga ini bukan hanya jadi sebuah kenangan, tapi kami akan tetap menjaga tali persaudaraan kami sampai kapan pun. Maju terus IVPALA, semoga perjuangan kami tak sia2, walau banyak rintanga dan hambatan yang kami lalui untuk merintis ini.






Selasa, 24 April 2012

perjuangan teman2 dan aku

Membuat acara ini adalah adalah penuh dengan perjuangan yang sangat membutuhkan tenaga dan fikiran. tapi kami (aku dan kawan-kawan BEM) tetap berusaha memberikan yang terbaik, walau banyak halangan dan rintangan yang kami lewati, tapi tetap kami jalani dengan penuh rasa harap akan sukses. hampir tiba waktunya untuk hari H, tapi kami banyak halangan yang sungguh tidak kami bayangkan sebelumnya. hari minggu, tgl 22 april 2011 jam 1 siang, aku ke BEM, berharap teman-teman sudah berkumpul, tapi ya Allah,,, ternyata belum ada siapa-siapaaaa...... ya sudah lah aku harus menunggu,,, padahal udah jam 1 lewat, tapi blom ada yang nyampe juga, ya dah mungkin waktunya beres2 ruang BEM.... setelah hampir beres baru sampe didit, tapi keliatannya dia agak kesel, karena belom ada yg lainnya.

jam 2 an aku pergi ke perum untuk mengambil bener bersama Aspi, udah cape2, panas2an, tau2 tempatnya tutup,,, huh,,, keselll... tapi akhirnya acsi tlp orangnya, dan bisa ngambil, walau nunggu lumayan kepanasan dan kelaperan,,, heeeeee....
balik ke kampus,,, belum semuanya hair, tapi gk pp... kita mulai siap2 untuk beres2 balai... 
pada saat beres2 itu adalah bener2 perjuangan banget, awalnya gk ada cowok yang bantuin sama sekali, akhirnya ada  bang samsul dan dede yang bantuin, bayangkan kita cewe2 harus gotong2 kursi dan meja dari lantai 3 kampus ke bawah dan dibawa ke balai... mana kursinya banyak,,, huuuhhh badan rasanya  ngerentek bgt. setelah semua kursi tersusun rapi, mulai pasang2 bener, tapi lagi2 ada kendala, karena tinggi bgt dan susah dipasang, krn gk pas dengan pakunya. semua persiapan cuma dilakukan oleh wanita2 super BEM. gk ada cowok yang kerja... aku salut dengan perjuangan anak2 cewenya, mereka rela berkorban waktu dan tenaganya buat acara ini.
udah capeeeee banget rasanya, tapi belom selesai juga, akhirnya malem2 ada bantuan bang sagap dan dede... lumayan agak meringankan sih, tapi masih banyak yg belum diselesaikan, belum ngerempel meja, belom ngebuat vidio... duh masih banyak kerjaan yaaaa!!!
semua kerjaan hampir selesai, udah capeeeeeee bangettt dehhh tau2 udah jam 11,,, duhhh mesti buru2 pulang, kalo gk... nanti diomelin ayah... perjalanan pulang rante motor ka rahma copot, ya dah aku temenin ke bengkel, dan sampe rumah jam 1/2 12an, alhamdulillah gk di konciin. dah lelah bgt mau tidur tapi tugas buat vidio blm aku bikin. aku bergegas solat dan ... aku buru2 buat vidio,,, sampe gk sadar udah jam 1/2 4 aja... belom kelar juga,,, sampe aku ketidurann..
apaaahhhh udah jam 1/2 6... aku kesiagan, buru2 solah dan mandi,,,  liat hasil vidio dan... turun ke bawah,, siap2 berangkat, ayah tau2 bilang "kamu gk tidur ya?", aduh mati aku kalo ayah tau aku gk tidur bisa gk boleh berangkat, terpaksa boong deh, "tidur ko yah, cuma leptopya aja nyala" terpaksa aku boong.
sampe balai ternyata belom ada orang, ke asrama ketemu penol juga belom mandi, duh dasar,,, aspi juga belom mandi lagi, ya dh aku kebalai sendiri sambil nunggu orang2, satu persatu teman2 dateng, siap2 semua yg belom di siapin, cek sound, cek 2 yang belom ada... dannnnnn  jam 1/2 8 pun tiba.... tapiiii kami belum semua hadir, ya sudah kami berdoa dan memulai segalanya dengan penuh harap akan berjalan dengan lancar.

satu persatu acara berjalan, mulai dibuka dengan mc, cukup melegakan karena soundnya ternyata gk begitu bermasalah. tapi kepanikan masih meraja lela, karena peserta belum juga datang... sampe akhirnya pake opsi ke 2 yaitu ngeluarin semua anak2 SMK...
semua telah berjalan, acara berjalan sesuai harapan, tiba bunda Ainy memberikan motivasi2nya kepada kami, motivasnya sangat mengena di hati, penuh dengan kata2 positif agar kita menjadi lebih baik dan sukses.
semua acara terlaksana dengan lancar, walau tak sesuai dengan harapan, tapi kami tetap bangga dengan  perjuangan teman2 BEM.
senengnya bisa diberikan motivasi oleh beliau, karena memnag kami sedang butuh pencerahan, dan motivasi dari seseorang, untuk membangkitkan lagi perjuangan2 kami. akhirnya acara pun selesai, kami senang karena perjangan yang selama ini kami lakukan berjalan dengan baik. semuanya penuh dengan pelajaran. pelajaran yang sangat berharga untuk kami, walau lelah, cape, kami tetep semangat. semoga kita semua teteap bersatu dan lebih baik lagi.

Minggu, 08 April 2012

Kau



Kepedihan ku ini sangat mendalam ketika kau membuat ku sendiri, terdiam disudut ini, mempuat ku merasa terpojokan. saat itu aku meneteskan air mata, menghilangkan beban yang ada di dalam diri ini, membuat hati ini tersenyum,  tapi entah mengapa begitu sulit untuk merubah keputusan hati ini. Sejak kau hadir dalam hidup ku, kau sangat berarti bagi hati ku, membuat semua orang tak penting selain diri mu. Kini kau meninggal kan ku, disini, disudut ini, membuat hari2 ku kembali kosong tanpa mu.

Tugas MPP Kualitatif


PELAKSANAAN PEMBELAJARAN TEMATIK
DI TK AL-MUHAJIRIN


DI SUSUN OLEH:
NAMA : IKA KHAERUNNISA
NIM/NIRM: 0910020004/5171010109008


PROGRAM STUDI PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
SEKOLAH TINGGI ISLAMIC VILLAGE
ISLAMIC-TANGERANG
2012
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan anak usia dini sangatlah penting, karena pada masa ini perkembangan otak anak sedang berkembang dengan pesat, dan bisa disebut juga masa golden age, karena sel-sel otaknya sedang berkembang, apapun yang dilihat, didengar dan diciumnya sudah terrekam dalam otak anak. Pada masa inilah anak dapat dididik sebaik mungkin, agar anak terbentuk menjadi pribadi yang baik dan tidak lupa tetap dengan memperhatikan tahaap-tahapan perkembangan anak.
Pendidikan anak usia dini adalah salah satu bentuk pelaksanaan pendidikan yang menitikberatkan pada peletakan dasar ke beberapa arah diantaranyanya pertumbuhan dan perkembangan fisik, kecerdasan, sosialemosional, kepribadian, moral dan kesadaran agama. Perkembangan merupakan perubahan kearah kemajuan menuju terwujudnya hakekat manusia yang bermanfaat dan berkualitas. Pada masa ini masa yang tepat untuk meletakan dasar-dasar pengembangan fisik, sosial, emosional, bahasa, moral, nilai-nilai agama, kognitif dan seni.
Pembelajaran tematik lebih menekankan pada belajar sambil melakukan sesuatu. Pembelajaran tematik harus berorientasi pada kebutuhan anak, anak pun dapat dengan mudah mengembangkan materi yang diberikan.

B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka dapat terdapat beberapa masalah yang dapat di identifiksaikan yaitu:
  1. Kreatifitas guru dalam menyampaikan materi.
  2. Kreatifitas guru dalam penggunaan media.
  3. Menggabungkan beberapa medode dalam pembelajaran.
  4. Penggabungan beberapa meteri dalam satu waktu pembelajaran.
  5. Keterlibatan anak dalam pembelajaran yang diberikan.
  6. Anak mencoba langsung apa yang diajarkan guru.
  7. Anak belajar dari pembelajaran yang konkrit ke yang abstrak.

C. Fokus Permasalahan
Dalam penelitian ini, masalah di batasi pada:
  1. Media-media yang digunakan guru.
  2. Penggabungan materi pembelajaran.
  3. Keterlibatan anak didik dalam pembelajaran.

D. Perumusan Masalah
Masalah perumusan penelitian sebagai berikut:
  1. Bagaimana keratifitas guru dalam mengunakan media-media yang berfariatif?
  2. Bagaimana cara pengembangan materi yang dilakukan oleh guru?
  3. Bagaimana anak dapat berperan aktif dalam pembelajaran di kelas?
E. Metode Penelitian
Dalam penulisan ini, penulis menggunakan metode kualitatif, pengumpulan datanya menggunakan observasi, wawancara dan analisis dokumen. Faliditas data dilakukan tiga angulasi yaitu check and recheck.

F. Manfaat Penelitian
Dari penelitian yang dilakukan, diharapkan memberikan manfaat sebagai berikut:
1. Hasil dari penelitian ini sebagai informasi bagi sekolah yang peneliti teliti.
2. Sebagai informasi kepada pembaca, apabila mempunyai kasus yang sama.
3. Dapat menjadi informasi bagi mahasiswa PAUD.
  1. Bermanfaat bagi peneliti khususnya.

G. Sistematika Penulisan
Untuk mempermudah penyusunan dan pemahaman, maka penulis membuat sistematika penulisan. Penulisan ini terdiri dari empat bab dan beberapa lampiran.
BAB I PENDAHULUAN
Bab ini berisi tentang uraian latar belakang masalah, identifikasi masalah, pembatasan masalah, perumusan masalah, metode penelitian, manfaat penelitian dan sistematika penelitian.
BAB II LANDASAN TEORI
Bab ini berisi tentang uraian mengenai teori-teori dasar yang akan mendukung pembahasan masalah, serta cara berfikir dalam penyusunan skripsi.
BAB III PEMBAHASAN
Bab ini berisi tentang pengumpulan data-data dari penelitia dan tindakan-tindakan yang dilakukan.
BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN
Bab ini merupakan bab penutup yang berisi tentang kesimpulan dan saran dari hasil pengamatan dan penelitian yang dilakukan.

Jumat, 20 Januari 2012

Kurikulum Pendidikan Islam


BAB II
PEMBAHASAN

A.   Pengertian Kurikulum
Secara etimologis, kurikulum berasal dari bahasa Yunani, yaitu curcil yang artinya pelari dan curare yang berarti tempat berpacu. Jadi, istilah kurikulum berasal dari dunia olah raga pada zama Romawi Kuno di Yunani, yang mengandung pengertian suatu jarak yang harus ditempuh oleh pelari dari garis start sampai garis finish.
Dalam bahasa Arab, kata kurikulum biasa diungkapkan dengan manhaj yang berarti jalan yang terang yang dilalui oleh manusia pada berbagai bidang kehidupan. Sedangkan kurikulum pendidikan manhaj al-dirasah dalam kamus tarbiyah adalah seperangkat perencanaan dan media yang dijadikan acuan oleh lembaga pendidikan dalam mewujudkan tujuan-tujuan pendidikan.[1]
Secara terminologis menurut Crow and Crow kurikulum adalah rancangan pengajaran atau sejumlah mata pelajaran yang disusun secara sistematis untuk menyelesaikan suatu program untuk memperoleh ijazah. Sedangkan M. Arifin memandang kurikulum sebagai seluruh bahan pelajaran yang harus disajikan dalam proses kependidikan dalam suatu sistem institusional pendidikan.[2]
Kurikulum secara luas menurut Hasan Langgulung adalah sejumlah pengalaman, pendidikan, kebudayaan, social, keolahragaan dan kesenian yang disediakan oleh sekolah bagi murid di dalam dan di luar sekolah dengan maksud menolong mereka untuk berkembang dan mengubag tingkah laku mereka sesuai dengan tujuan pendidikan.[3]
Jadi, kurikulum juga berupa pengalaman belajar, baik di dalam maupun di luar lingkungan sekolah, bahkan sekolah dianggap miniature masyarakat. Jika orang mengetahui karakteristik masyarakat suatu daerah, maka sekolahnya sebagai media yang sangat strategis dan representative untuk melihatnya. Setiap nilai yang lahir dan diperoleh dari sekolah akan termanifestasi dalam kehidupan masyarakat juga, baik negative maupun positif.

B.   Komponen Kurikulum

Mengingat bahwa fungsi kurikulum dalam proses pendidikan adalah sebagai alat untuk mencapai tujuan pendidikan. Maka kurikulum itu isinya luas sekali.
1.    Menurut Hasan Langgulung ada 4 komponen utama kurikulum yaitu:
a.       Tujuan-tujuan yang ingin dicapai oleh pendidikan. Dengan lebih tegas lagi orang yang bagaimana yang ingin kita bentuk dengan kurikulum tersebut.
b.      Pengetahuan (knowledge), informasi-informasi, data-data, aktifitas-aktifitas dan pengalaman-pengalaman dari mana terbentuk kurikulum itu. Bagian inilah yang disebut mata pelajaran.
c.       Metode dan cara-cara mengajar yang dipakai oleh guru-guru untuk mengajar dan memotivasi murid untuk membawa mereka ke arah yang dikehendaki oleh kurikulum.
d.      Metode dan cara penilaian yang dipergunakan dalam mengukur dan menilai kurikulum dan hasil proses pendidikan yang direncanakan kurikulum tersebut.
2.    Menurut penulis komponen kurikulum itu meliputi:
a.       Tujuan, yang ingin dicapai meliputi : (1) Tujuan Akhir, (2) Tujuan Umum, (3) Tujuan Khusus, (4) Tujuan Sementara.
Di dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi seorang pendidik harus pula dapat merumuskan kompotensi yang ingin dicapai, yaitu : (1) Kompetensi lulusan, (2) Kompetensi lintas kurikulum, (3) Kompotensi mata pelajaran, dan (4) Kompetansi dasar.
b.         Isi kurikulum                                                  
Berupa materi pembelajaran yang diprogram untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan.
c.         Media (sasaran dan prasaran)
Media sebagai sarana perantara dalam pembelajaran untuk menjabarkan isi kurikulum agar lebih mudah dipahami oleh peserta didik.
d.        Strategi
Strategi merujuk pada pendekatan dan metode serta teknik mengajar yang digunakan. Dalam strategi termasuk juga komponen penunjang lainnya seperti : (1) sistem administrasi, (2) pelayanan BK, (3) remedial, (4) pengayaan, dsb.
e.         Proses pembelajaran
Komponen ini sangat penting, sebab diharapkan melalui proses pembelajaran sebagai indikator keberhasilan pelaksanaan kurikulum.
f.          Evaluasi
Dengan evaluasi (penilaian) dapat diketahui cara pencapaian tujuan.


C.   Kerangka Dasar Kuriku;lum Pendidikan Islam

Kurikulum yang baik dan relefan dalam rangka mencapai tujuan pendidikan Islam adalah yang bersifat intergrated dan komperensif serta menjadikan al-quran dan hadits sebagai sumber utama dalam penyusunannya.
Di dalam al-quran dan hadits ditemukan kerangka dasar yang dapat dijadikan sebagai pedoman oprasional dalam penyusunan dan pengembangan kurikulaum pendidikan Islam. Kerangka dasar tersebut adalah tauhid dan perintah membaca.
1.      Tauhid
Tauhid sebagai kerangka utama kurikulum harus dimantabkan semenjak masih bayi dimulai dengan memperdengarkan kalimat-kalimat tauhid seperti azan atau ikomah terhadap anak yang baru dilahirkan.
Bila dianalisis materi azan yang akan dikumandangkan adalah materi pendidikan Islam yang paling awal yang akan diberikan oleh seorang anak dalam trasformasi dan internalisasi nilai dalam pendidikan Islam, agar anak senantiasa terbimbing kesuasana yang selaras dengan hakikat penciptanya sebagai pengabdi kepada Allah. Tauhid sebagai falsafah dan pandangan hidup umat Islam meliputi konsep keMaha Esaan Allah, serta keunikan Allah atas semua mahluk-Nya, Allah swt, unik dan Esa dalam dan perbuatan. Tauhid merupakan prinsip utama dalam sebuah dimensi kehidupan manusia baik hubungan fertikal dengan Allah maupun hubungan horizontal dengan manusia dengan alam. Tauhid yang seperti inilah yang dapat menyusun pergaulan yang harmonis sesamanya.
Menurut Muhammad Fazlul Rahman Anshari, tauhid sebagai filsafat
dan pandangan hidup umat Islam meliputi konsep ketauhidan Allah, ketauhidan alam semesta, dalam hubungan Allah dengan kosmos, ketauhidan kehidupan, ketauhidan natural dan supernatural, ketauhidan pengetahuan, ketauhidan iman dan ratio, ketauhidan kebenaran, ketauhidan agama, ketauhidan cinta dan hukum, ketauhidan umat, ketauhidan mengenai  jenis kelamin laki-laki dan perempuan, ketauhidan kepribadian manusia, ketauhidan mengenai kebebasan dan diterminisme, ketauhidan dalam term politik, ketauhidan dalam kehidupan sosial, ketauhidan negara dan agama, ketauhidan dalam term ekonomi, ketauhidan dalam dasar kebudayaan dan ketauhidan dalam dasar satu cita satu ideal.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa dengan ketauhidan kita dapat mewujudkan tata dunia yang harmonis kosmos yang penuh tujuan, persamaan sosial, persamaan kepercayaan, persamaan jenis dan ras, persamaan dalam segala aktivitas dan kebebasan bahkan seluruh masyarakat dunia adalah sama yang disebut “ummatan wahidah”.
Dengan demikian maka tauhid merupakan prinsip utama dalam seluruh dimensi kehidupan manusia baik dalam aspek hubungan vertical antara manusia dengan Tuhan maupun aspek hubungan horizontal antara manusia sesamanya, dan dengan alam sekitarnya. Tauhid yang seperti inilah yang dapat menyusun per gaulan manusia secara harmonis sesamanya, dalam rangka menyelamatkan manusia dan perikemanusiaan dalam rangka pencapaian kehidupan yang sejahtera dan bahagia duniawi dan ukhrawi, termasuk didalamnya pergaulan dalam proses pendidikan. Tauhid yang seperti inilah yang dijadikan kerangka dasar kurikulum
pendidikan Islam.

2.      Perintah Menbaca
Kerangka dasar selanjutnya adalah perintah “membaca” ayat-ayat Allah yang meliputi tiga macam ayat, yaitu:
(1)   Ayat Allah yang berdasarkan wahyu,
(2)   Ayat Allah yang ada pada diri manusia, dan
(3)   Ayat Allah yang terdapat di alam semesta di luar diri manusia.

Firman Allah swt:

اقْرَØ£ْ بِاسْÙ…ِ رَبِّÙƒَ الَّذِÙŠ Ø®َÙ„َÙ‚َ (Ù¡)Ø®َÙ„َÙ‚َ الإنْسَانَ Ù…ِÙ†ْ عَÙ„َÙ‚ٍ (Ù¢)اقْرَØ£ْ ÙˆَرَبُّÙƒَ الأكْرَÙ…ُ (Ù£)الَّذِÙŠ عَÙ„َّÙ…َ بِالْÙ‚َÙ„َÙ…ِ (Ù¤)عَÙ„َّÙ…َ الإنْسَانَ Ù…َا Ù„َÙ…ْ ÙŠَعْÙ„َÙ…ْ (Ù¥)
“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah, yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.”
Ditinjau dan segi kurikulum, sebenarnya firman Allah SWT itu merupakan bahan pokok pendidikan yang mencakup seluruh pengetahuan yang dibutuhkan oleh manusia. Membaca selain melibatkan proses mental yang tinggi, pengenalan (cognition), ingatan (memory), pengamatan (perception), pengucapan (verbalization), pemikirun (reasoning), daya cipta (creativity). Juga sekaligus merupakan bahan pendidikan itu sendiri. Mungkin tak ada satu kurikulum pendidikan di dunia ini yang tidak mencantumkan membaca sebagai materinya, bahkan umumnya membaca ini terlaksana mulai Sekolah Dasar sampai Perguruan Tinggi dengan berbagai variasi. Selanjutnya membaca merupakan alat sistem perhubungan (communication system) yang merupakan syarat mutlak terwujudnya dan berkelanjutan suatu sistem sosial (sosial system).
Tidaklah berlebihan jika perkataan membaca yang dikembangkan dari wahyu pertama ini memiliki pengertian yang demikian lengkapnya sebagai sesuatu sivilisasi.
Kelima ayat tersebut pada dasarnya telah mencakup kerangka kurikulum pendidikan Islam, yang jika di jabarkan sebagai berikut:
(1)   “Bacalah! Dangan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan”. Tekanan yang terkandung dalam ayat ini adalah kemampuan membaca yang dihubungkan dengan nama Tuhan sebagai pencipta. Hal ini erat hubungannya dengan ilmu naqli (perenial knowledge).
(2)   Dia menciptakan manusia dari segumpal darah. Ayat tersebut mendorong manusia untuk mengintrofeksi, menyelidiki tentang dirinya dimulai dari proses kejadian dirinya. Manusia ditantang dan diransang untuk mengungkapkan hal itu melalui imaginasi maupun pengalamannya.
(3)   Bacalah, dan tuhanmulah yang paling pemurah, Yang mengajarkan kepada manusia dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.
Motivasi yang terkandung dalam ayat ini adalah agar manusia terdorong untuk mengadakan eksplorasi alam dan sekitarnya dengan kemampuan membaca dan menulisnya. Ayat yang pertama kemudia dikembangkan dalam bentuk ilmu-ilmu berhubungan dengan wahyu Allah yang termuat dalam Al-Qur’an. Ayat kedua dikembangkan mengenai hal-hal yang berhubungan dengan diri manusia sebagai makhlik ciptaan Tuhan, dan ayat yang ketiga berhubungan dengan alam sekitarnya, berkaitan dengan amal. Ketiga macam ayat Allah tersebut jiwanya adalah “tauhid”. Disinilah letak kurikulum pendidikan Islam, sebab menurut Islam semua pengetahuan dating dari Tuahan, tetapi cara penyampaiannya ada yang langsung dari Tuhan dan ada yang melalui pemikiran manusia dan pengalaman indera yang berbeda satu sama lain.

D.   Dasar Kurikulum Pendidikan Islam

Yang menjadi dasar dalam penyusunan kurikulum pendidikan Islam adalah:
1.      Dasar agama
Dasar agama, dalam arti segala system yang ada dalam masyarakat termasuk pendidikan, harus meletakkan dasar falsafah, tujuan dan kurikulumnya pada dasar agama Islam dengan segala aspeknya. Dasar agama ini dalam kurikulum pendidikan Islam jelas harus didasarkan pada Al-Qur’an, As-Sunnah dan sumber-sumber yang bersifat furu’ lainnya.
2.      Dasar falsafah
Dasar ini memberikan pedoman bagi tujuan pendidikan Islam secara filosofis sehingga tujuan, isi dan organisasi kurikulum mengandung suatu kebenaran dan pandangan hidup dalam bentuk nilai-nilai yang diyakini sebagai suatu kebenaran, baik ditinjau dari segi ontology, epistimilogi, maupun axiologi.
3.      Dasar psikologis
Dasar ini memberikan landasan dalam perumusan kurikulum yang sejalan dengan ciri-ciri perkembangan psikis peserta didik, sesuai dengan tahap kematangan dan bakatnya, memperhatikan kecakapan pemikiran dan perbedaan perseorangan antara satu peserta didik dengan lainnya.
4.      Dasar social
Dasar ini memberikan gambaran bagi kurikulum pendidikan Islam yang tercermin pada dasar social yang mengandung cirri-ciri masyarakat Islam dan kebudayaannya. Baik dari segi pengetahun, nilai-nilai ideal, cara berfikir dan adat kebiasaan, seni dan sebagainya. Sebab tidak ada suatu masyarakat yang tidak berbudaya dan tidak ada suatu kebudayaan yang tidak berada pada masyarakat. Kaitannya dengan kurikulum pendidikan Islam sudah tentu kurikulum ini harus mengakar pada masyarakat dan perubahan dan perkembangan.
5.      Dasar organisatoris
Dasar ini memberikan landasan dalam penyusunan bahan pembelajaran beserta penyajiannya dalam proses pembelajaran.
Berdasarkan dasar di atas, maka penyusunan sebuah kurikulum pendidikan Islam harus berdasarkan dasar-dasar di atas: dasar religius memberikan nilai terhadap semua materi yang ada dalam kurikulum. Dasar filosofis berperan sebagai penentu tujuan umum pendidikan. Sedangkan dasar sosiologis berperan memberikan dasar untuk menentukan apa saja yang akan di pelajari sesuai dengan kebutuhan masyarakat, kebudayaan, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sementara dasar organisator berfungsi memberikan dasar-dasar dalam bentuk bagimana bahan pelajaran itu disusun, dan bagaimana penentu luas dan urutan mata pelajaran. Selanjutnya dasar psikologis berperan memberikan berbagai prinsip-prinsip tentang perkembangan peserta didik dalam berbagai aspeknya, serta cara menyampaikan bahan pelajaran agar dapat dicerna dan dikuasai oleh peserta didik sesuai dengan tahap perkembangannya.




E.   Prinsip-prinsip Penyusunan Kurikulum

Prinsip-prinsip tersebut berbeda-beda menurut analisis para ahli. Dalam merumuskan kurikulum pendidikan Islam penulis ambil pemikiran para ahli tersebut kemudian ditambah dan disesuaikan dengan esensi kurikulum pendidikan Islam.
Prinsip-prinsip tersebut adalah sebagai berikut:
1.       Prinsip berasaskan Islam termasuk ajaran dan nilai-nilainya. Maka setiap yang berkaitan dengan kurikulum, termasuk falsafah, tujuan-tujuan, kandungan-kandungan, metode mengajar, cara-cara perlakuan, dan hubungan-hubungan yang berlaku dalam lembaga-lembaga pendidikan harus berdasarkan pada agama dan akhlak Islam.
2.      Prinsip mengarah pada tujuan adalah seluruh aktivitas dalam kurikulum diarahkan untuk mencapai tujuan dan dirumuskan sebelumnya.
3.      Prinsip (integritas) antara mata pelajaran, pengalaman-pengalaman, dan aktiviti yang terkandung di dalam kurikulum, begitu pula dengan pertautan antara kandungan kandungan kurikulum dengan kebutuhan murid juga kebutuhan masyarakat.
4.      Prinsip relevansi adalah adanya kesesuaian pendidikan dengan lingkungan hidup murid, relevansi dangan kehidupan masa sekarang dan akan dating, relevansi dengan tuntutan pekerjaan.
5.      Prinsip Fleksibilitas adalah terdapat ruang gerak yang memberikan sedikit kebebasan dalam bertindak, baik yang berorientasi pada Fleksibelitas pemilihan program pendidikan maupun dalam mengembangkan program pengajaran.
6.      Prinsip Integritas adalah kirikulum tersebut dapat menghasilkan manusia seutuhnya, manusia yang mampu mengintegrasikan antara fakultas dzikir dan fakultas fikir, serta manusia yang dapat menyelaraskan struktur kehidupan dunia dan struktur kehidupan akhirat.
7.      Prinsip efisiensi adalah agar kurikulum dapat mendayagunakan waktu, tenaga, dana dan sumber lain secara cermat tepat, memadai dan dapat memenuhi harapan.
8.      Prinsip kontinuitas dan kemitraan adalah bagaimana susunan kurikulum yang terdiri dari bagian yang berkelanjutan dengan kaitan-kaitan kurikulum lainnya, baik secara vertical (perjenjangan, tahapan) maupun secara horizontal.
9.      Prinsip Individualitas adalah bagaimana kurikulum memperhatikan perbedaan pembawaan dan lingkungan anak pada umumnya yang meliputi seluruh aspek pribadi anak didik, seperti perbedaan jasmani, watak intelijensi, bakat serta kelebihan dan kekurangannya.
10.   Prinsip kesamaan memperoleh kesempatan, dan demokratis adalah bagaimana kurikulum dapat memperdayakan semua peserta didik memperoleh pengetahuan, keterampilan dan sikap sangat diutamakan. Seluruh peserta didik/santri dari berbagai kelompok seperti kelompok yan kurang beruntung secara ekonomi dan social yang memerlukan bantuan khusus, berbakat dan unggul berhak menerima pendidikan yang tepet sesuai dengan kemampuan dan kecepatannya.
11.    Prinsip kedinamisan adalah agar kurikulum itu tidak statis, tetapi dapat mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan perubahan sosial.
12.   Prinsip keseimbangan adalah bagaimana kurikulum dapat mengembangkan sikap potensi peserta didik secara harmonis.
13.   Prinsip efektivitas adalah agar kurikulum dapat menunjang efektivitas guru yang mengajar dan peserta didik yang mengajar.
F.    Klasifikasi Ilmu dalam Kurikulum Pendidikan Islam

Para ahli pikir muslim telah banyak memberikan pandangannya trtang apa saja yang harus diketahui dan dipelajari oleh mnusia selaku hamba Allah, selaku anggota masyarakat dan selaku pribadi berakhlak susila.
1.      Al-Ghazali membagi ilmu pengetahuan menjadi tiga kelompok ilmu, yaitu:
a.       Ilmu yang tercela banyak atau sedikit. Ilmu ini tak ada manfaatya bagi manusia di dunia ataupun di akhirat, misalnya ilmu sihir nujum dan perdukunan. Nilai ilmu ini dipelajari akan membawa mudharat dan akan meragukan kebenaran akan adanya Allah. Oleh karena itu jauhilah ilmu tersebut.
b.      Ilmu yang terpuji, banyak atau sedikit, misalnya ilmu tauhid, ilmu agam. Ilmu ini bila dipelajari akan membawa orang kepada jiwa yang suci bersih dari kerendahan dan keburukan serta dapat mendekatkan diri kepada Allah.
c.       Ilmu yang terpuji pada taraf tertentui yang tidak boleh dial;ami, karena ilmu ini dapat membawa kepada kegoncangan iman, misalnya ilmu filsafat.
Dari segi ilmu kelompok tersebut, Al-Ghazali membagi lagi menjadi dua kelompok dilihat dari kepentingnnya yaitu:
1.      Ilmu yang Fardhu (wajib)’ain yaitu ilmu untuk diketahui semua orang muslim yaityu ilmu agama, ilmu yang bersumberkan kitab suci Allah.
2.      Ilmu yang fardhu kifayuah untuk dipelajari oleh sebagian muslim. Ilmu ini adalah ilmu yang dimanfaatkan untuk memudahkan urusan hidup duniawi, misalnya ilmu hitung (matematika), ilmu kedokteran, ilmu teknik, ilmu pertanian dan industri.
Al-Ghazali mengusulkan beberapa ilmu pengetahuan yang harus dipelajari di sekolah sebagai berikut:
a.       Ilmu-ilmu fardhu ‘ain yaitu Al-Qur’an dan ilmu agama seperti fiqh, hadits dan tafsir.
b.      Sekumpulan bahasa, nahwu dan makhraj serta khafadh-khafadhnya, karena ilmu ini berfungsi membantu ilmu-ilmu agama.
c.       Ilmu-ilmu yang fardhu kifayah yaitu ilmu kedokteran, matematika, teknologi yang berneka macam jenisnya, termasuk juga ilmu politik.

2.      Ibnu Khaldun membagi ilmu menjadi tiga macam yaitu:
a.       Ilmu nlisan (bahasa) yaitu bilmu lughah, nahwu, bayan dan sastra (adsab) atau bahasa yang tersusun secara puitis (syair).
b.      Ilmu naqli yaitu ilmu yang diambil dari kitab suci atau sinnah Nabi. Ilmu ini berupa membaca kitab suci Al-Qur’an dan tafsirnya sanad hadits. Dengan ilmu ini manusia akan dapat mengetahui hokum-hukum Allahj yang diwajibkn atas manusia. Dari Al-Qur’an itulah akan didapati ilmu-ilmu tafsir, ilomu hadits, ilmu ushul fiqih yang dapat dipakai untuk menganalisa hokum-huum Allah itu melalui cara istinbath.
c.       Ilmu aqli yaitu ilmu yang dapat mnunjukkan manusia mempergunakan daya piker atau kecerdasannya kepada filsafat dan semua ilmu pengetahuan. Termasuk dala kategori ilmu ini adalah ilmu mantiq (logis), ilmu alam, ilmu ketuhanan, ilmu teknik, hitung dan tingkah laku manusia. Termasuk juga ilmu sihir dan ilmu nujum (perbintangan). Tentang ilmu nujum Ibnu Khaldun menganggapnya sebagai ilmu fasid, karena ilmu ini dipergunakan untuk meramalkan segala kejadian sebelum terjadi atas dasar perbintangan. Hal itu merupakan sesuatu yang bathil berlawanan dangan ilmu tauhid yang menegaskan bahwa tidak ada yang menciptakan kecuali Allah sendiri.
Dari segi kepentingan untuk para pelajar, Ibnu Khaldun membagi ilmu menjadi:
a.       Ilmu seni dengan semua jenisnya.
b.      Ilmu filsafat seperti ilmu alam dan ketuhanan.
c.       Ilmu alat yang membantu agama seperti ilmu lughah, nahwu dan sebagainya.
d.      Ilmu alat yang membantu ilmu falasafah seperti ilmu mantiq (logis).
3.      Dr. Abdurrahman Saleh Abdullah, mengkategorikan pengetahuan yang menjadi materi kurikulum pendidikan Islam kepada tiga kategori:
  1. Kategori pertama adalah materi pelajaran yang dikaitkan dengan Al-Qur’an dan Hadits, atau biasa dikenal dengan isltilah materi pelajaran agama.
  2. Kategori kedua dalam bidang ilmupengetahuan yang termasuk dalam isi kurikulum pendidikan Islam adalah ilmu-ilmu tentang kemanusiaan (al-Insaniyyah), kategori ini meliputi bidang-bidang psikologi, sosiologi, sejarah dan lain-lain.
  3. Kategori ketiga yaitu ilmu-ilmu kealaman (Al-Ulum Al-Kawniyah), termasuk dalam kategori ini biologi, fisika,botani, astronomi dan lain-lain.

G.  Orientasi Kurikulum Pendidikan Islam

Kurikulum pendidikan islam berorientasi kepada:
1.      Orientasi pelestarian nilai
Dalam pandangan islam, nilai terbagi atas dua macam, yaitu nilai yang turun dari Allah swt yang disebut dengan nilai ilahiah dan nilai yang tumbuh dan berkembang dari peradaban manusia sendiri yang disebut dengan nilai insaniah. Kedua nilai tersebut selanjutnya membentuk norma-norma atau kaidah-kaidah kehidupan yang dianut dan melembaga pada masyaraka yang mendukungnya.
2.      Orientasi pada peserta didik
Orientasi ini diarahkan pada pembinaan tiga dimensi peserta didiknya.
a.       Dimensi kepribadian sebagai manusia, yaitu kemampuan untuk menjaga integritas antara sikap, tingkah laku, etika dan moralitas.
b.      Dimensi produktivitas yang menyangkut apa yang dihasilkan anak didik dalam jumlah yang lebih banyak kualitas yang lebih baik setelah ia menamatkan pendidikannya.
c.       Dimensi kreativitas yang menyangkut kemampuan anak didik untuk berpikir dan berbuat, menciptakan sesuatu yang berguna bagi diri sendiri dan masyarakat.
3.      Orientasi pada masa depan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Kemajuan suatu jaman ditandai oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi seta produk-produk yang dihasilkannya.
4.      Orientasi pada social ekonomi
Masyarakat yang maju adalah masyarakat yang ditandai oleh munculnya berbagai peradaban dan kebudayaan sehingga masyarakat tersebut mengalami perubahan dan perkembangan yang pesat walaupun perkembangan itu tidak mencapai pada titik kulminasi. Hal ini karena kehidupan adalah berkembang, tanpa perkembangan berarti tidak ada kehidupan.
5.      Orientasi pada tenaga kerja
Manusia sebagai makhluk bioligis mempunyai unsur mekanisme jasmani yang membutuhkan kebutuhan-kebutuhan lahiriah, misalnya makan-minum, bertempat tinggal yang layak, dll. Kebutuhan-kebutuhan tersebut harus dipenuhi secara layak, dan salah satu diantaranya persiapan untuk mendapatkan pemenuhan kebutuhan yang layak adalah melalui pendidikan.
6.      Orientasi penciptaan lapangan kerja
Orientasi pada penciptaan lapangan kerja. Orientasi ini tidak hanya memberikan arahan kepada kurikulum bagaimana menciptakan peserta didik yang terampil agar dapat mengisi lapangan kerja didalam masyarakat-tetapi mengingat terbatasnya lapangan kerja., maka kurikulum hendaknya dapat pula menciptakan peserta didik yang dapat membuat lapangan kerja baru yang dapat menyerap tenaga kerja terutama dirinya dan orang lain.












BAB III
PENUTUP

Seorang pendidik harus mengerti kurikulum, dan harus menggunakan kurikulum dengan menyesuaikan tempat, alat, kemajuan dan lain sebagainya. Banyak hal yang harus diperhatikan dalam kurikulum. Seorang pendidik harus cermat menggunakan dan mengikuti kurikulum. Dengan menggunakan kurikulum yang tepat maka tujuannya pun akan tercapai dengan baik.
Dari tahun ke tahun kurikulum akan terus berubah sesuai dengan perubahan dan perkembangan pemikiran manusia. Namun bagaimana cara mengatasi perubahan tersebut, hal ini sangat tergantung kepada kecermatan pengembang kurikulum itu sendiri. Satu hal yang harus dan mesti diperhatikan adalah bagaimana lembaga pendidikan Islam dapat mengantisipasi masalah ini, tanpa melupakan esensi ajaran-ajaran agama Islam itu sendiri.










DAFTAR PUSTAKA

Ramayulis. 2011. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Kalam Mulia
Ali, Gandi, Hasniyati. 2008. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Quantum Teaching



[1] Ramayulis, Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta, Kalam Mulia, 2011) cet-9, hal 150
[2] Ibid, hal 150
[3] Hasniyati Gandi Ali, Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta, Quantum Teaching, 2008) cet-1, hal 78